KONSERHARIINI.COM – Romanssa resmi merilis EP perdana bertajuk “Penulis Lagu”. Mini album ini berisi enam lagu yang merangkum kisah personal, keresahan, dan perjalanan para personelnya sebelum mereka solid sebagai band.
Bagi Romanssa, rilisan ini bukan sekadar kumpulan lagu baru. EP ini terasa seperti arsip persahabatan yang akhirnya menemukan bentuk paling jujur dalam musik.
Bounty Ramdhan, drummer Romanssa, menyebut EP ini sebagai keluh kesah sekaligus soundtrack hidup mereka. Karena itu, setiap lagu membawa warna cerita yang berbeda.
Romanssa memang baru terbentuk pada penghujung 2025. Namun, chemistry para personelnya tidak datang tiba-tiba karena hubungan mereka sudah tumbuh bertahun-tahun sebelumnya.
Band ini diperkuat oleh Bounty pada drum, Joe dan Bonar pada gitar, Alex pada bass, serta Ochin pada vokal. Mereka bergerak di wilayah pop-electronic yang ringan, catchy, dan mudah masuk ke kepala.
Persahabatan Jadi Mesin Kreatif Romanssa
Proses kreatif Romanssa berjalan dari kedekatan yang organik. Mereka bukan hanya sering membahas musik, tetapi juga film, game, dan hal-hal random yang akhirnya ikut membentuk energi band.
Alex bahkan menyebut kebiasaan komunikasi mereka sebagai “ngantor”. Istilah itu muncul karena para personel bisa teleponan hampir setiap hari dari pagi hingga sore.
Kedekatan itu membuat proses produksi EP terasa lebih cair. Romanssa tidak perlu terlalu lama mencari arah karena mereka sudah saling paham secara musikal maupun personal.
Ochin juga melihat lagu “Penulis Lagu” sebagai representasi perjuangan mereka. Menurutnya, Romanssa bertahan di musik bukan karena mengejar viral, tetapi karena mereka masih percaya pada karya sendiri.
Sikap itu membuat EP ini punya posisi menarik di tengah rilisan band baru. Romanssa tidak memaksakan diri terlihat paling eksperimental, tetapi mereka tahu cerita apa yang ingin mereka bawa.
Tracklist EP Penulis Lagu dan Arah Musik Romanssa
Romanssa menjagokan lagu “Selesai.” sebagai track andalan dalam EP ini. Di lagu tersebut, mereka menggandeng Dennis Ferdinand sebagai kolaborator.
Secara tema, “Selesai.” membicarakan keputusan untuk mengakhiri hubungan ketika koneksi dan usaha sudah tidak lagi berjalan searah. Lagunya tidak dramatis berlebihan, tetapi tetap terasa dekat dengan realita banyak pendengar.

Selain “Selesai.”, EP ini memuat “Abu-Abu”, “Celaka”, “Yang Penting Masih Bernapas”, “C4ndu”, dan “Penulis Lagu”. Enam track tersebut menunjukkan Romanssa tidak berhenti pada satu mood saja.
Sebelumnya, Romanssa telah merilis beberapa single seperti “Celaka”, “Yang Penting Masih Bernapas”, dan “Candu”. Respons positif dari pendengar ikut membuka jalan menuju EP perdana ini.
Secara musikal, Romanssa memilih pendekatan yang lebih lugas dan ringan. Distorsi mungkin tidak sekeras band-band lain dari lingkaran mereka, tetapi justru di situ EP ini terasa punya ruang sendiri.
Rekomendasi artikel: Ruth Sahanaya Buka Era Baru Lewat “Pelangi”, City Pop Hangat Menuju Mini Album
Bounty menyebut Romanssa sebagai sesuatu yang mahal karena lahir dari sejarah persahabatan, perpisahan, lalu pertemuan kembali. Kalimat itu cukup menjelaskan kenapa “Penulis Lagu” terdengar personal tanpa harus dibuat-buat.
EP “Penulis Lagu” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital. Untuk pendengar yang mencari pop-electronic lokal dengan lirik sehari-hari, Romanssa layak masuk daftar dengar minggu ini.












