KONSERHARIINI.COM – Ruth Sahanaya kembali menyapa pencinta musik Indonesia lewat single terbaru berjudul “Pelangi”. Lagu ini membawa nuansa city pop lembut dengan sentuhan pop era 1980-an yang hangat dan nostalgik.
Meski mengusung warna retro, “Pelangi” tidak terdengar seperti lagu yang terjebak masa lalu. Aransemennya terasa segar, sementara karakter vokal Ruth tetap menjadi pusat perhatian sejak bagian awal.
Lagu tersebut masih berada dalam satu benang merah dengan single sebelumnya, “Sebaris Lirik Cinta”. Namun, Ruth kini memperluas ceritanya menjadi perjalanan emosi yang lebih berwarna dan penuh harapan.
“Pelangi” Membawa Harapan Setelah Hujan
Secara tematik, “Pelangi” berbicara tentang harapan yang muncul setelah masa sulit. Lagu ini melihat cinta sebagai cahaya sederhana yang mampu menenangkan keraguan.
Tema tersebut terasa dekat dengan kehidupan banyak orang. Setiap pendengar tentu pernah melewati fase ketika keadaan terasa mendung, lalu menemukan alasan kecil untuk kembali percaya.
Karena itu, “Pelangi” tidak hanya menawarkan romansa manis. Ruth juga mengajak pendengar melihat cinta sebagai ruang untuk bertumbuh, pulih, dan memahami perasaan sendiri.
Aransemen yang halus membuat pesan itu mengalir tanpa terasa berlebihan. Sementara itu, vokal khas Ruth Sahanaya menghadirkan suasana intim seperti obrolan larut malam bersama seseorang yang memahami kegelisahan kita.
Perpaduan tersebut menjadikan “Pelangi” cocok masuk ke playlist malam, perjalanan pulang, atau sesi mendengarkan musik sambil menatap lampu kota. Vibenya sendu, tetapi tidak muram.
Lanjutan Cerita dari “Sebaris Lirik Cinta”
“Pelangi” melanjutkan semesta musikal yang mulai Ruth bangun melalui “Sebaris Lirik Cinta”. Kedua lagu itu sama-sama membahas cinta, tetapi memakai sudut pandang emosional yang berbeda.
“Sebaris Lirik Cinta” membuka pintu menuju cerita tersebut. Selanjutnya, “Pelangi” membawa pendengar memasuki bab baru yang lebih optimistis dan penuh warna.
Keterhubungan itu membuat setiap single terasa seperti potongan cerita, bukan sekadar rilisan yang berdiri sendiri. Ruth tampaknya sedang menyiapkan perjalanan musikal dengan konsep yang lebih utuh.
Selain itu, “Pelangi” menjadi penanda menuju mini album atau EP terbaru Ruth Sahanaya. Proyek tersebut akan merangkum eksplorasi musik serta kedewasaan artistiknya dalam fase baru.
Musisi di Balik Single “Pelangi”
Indra Iryawansyah Amac menulis sekaligus menggubah lagu ini. Kemudian, Farrel Hilal menangani produksi musik dan membangun atmosfer city pop yang menjadi identitas utama “Pelangi”.

Bowo Soulmate mengarahkan vokal, sedangkan Ruth Sahanaya juga mengisi bagian backing vocal. Septa Suryoto menambahkan warna melalui permainan flute yang memperkuat kesan lembut pada aransemen.
Rio Exondul menangani proses rekaman vokal di 909 Studio. Setelah itu, Dimas Pradipta mengerjakan mixing, sementara Sumit Studio menangani tahap akhir mixing dan mastering.
Jeffry Waworuntu bertindak sebagai executive producer. Ronny Bachrony mengerjakan fotografi, sedangkan Jaaarss menangani artwork untuk proyek tersebut.
Rekomendasi artikel: Kaleb J Rilis “Gerilya Cinta”, Lagu Baru yang Bikin Patah Hati Jadi Jatuh Hati
Langkah Baru Ruth Sahanaya
Lewat “Pelangi”, Ruth Sahanaya menunjukkan bahwa musisi lintas generasi dapat terus mengeksplorasi bunyi tanpa kehilangan identitas. Ia tetap membawa kekuatan vokalnya, tetapi membungkusnya dengan produksi yang terasa dekat dengan pendengar hari ini.
Nuansa city pop juga memberi ruang bagi generasi baru untuk mengenal Ruth melalui pendekatan yang lebih relevan. Sementara itu, pendengar lama tetap dapat menemukan kehangatan dan kematangan vokal yang selama ini menjadi cirinya.
Pada akhirnya, “Pelangi” bukan sekadar jembatan menuju mini album terbaru. Lagu ini menandai fase baru Ruth Sahanaya dalam merayakan cinta, harapan, dan keberanian untuk kembali melihat warna setelah hujan.












