KONSERHARIINI.COM, Yogyakarta – Solois metal Gabriëlle resmi merilis EP debut bertajuk “Animals” pada 22 Mei 2026. Ia melepas karya ini melalui Repertoart Records setelah sebelumnya mengenalkan pendekatan vokal yang lebih bersih lewat single “Falling For An End”.
Kali ini, Gabriëlle memilih jalur yang lebih kasar. Ia masuk ke wilayah scream vocal dan membawa energi yang lebih tajam, lebih marah, serta lebih langsung ke telinga pendengar.
Langkah itu terasa berani karena Gabriëlle baru mengenal musik metal sekitar empat tahun terakhir. Bahkan, ia baru mempelajari teknik extreme vocal dalam dua tahun belakangan.
Namun, justru di titik itu “Animals” terasa menarik. Gabriëlle tidak terdengar sedang menunggu waktu sempurna. Ia langsung melempar keresahannya lewat suara yang bising, berat, dan emosional.
Debut Metal yang Berani dari Gabriëlle
Secara musikal, “Animals” bergerak di wilayah modern metal dengan sentuhan hardcore yang agresif. Aransemen lagu-lagunya terdengar padat, sementara vokalnya mendorong rasa marah yang menjadi pusat EP ini.
EP ini berisi empat lagu, yaitu “Carved in Mud”, “Heel”, “Kill Their Static”, dan “Anthropophagous”. Keempatnya memakai metafora hewan seperti babi, anjing, domba, dan tikus untuk membicarakan isu yang lebih besar.
Gabriëlle memakai simbol-simbol itu untuk membaca siklus kuasa, korupsi, kepatuhan buta, dan tekanan kapitalisme. Dengan begitu, “Animals” tidak hanya menjadi rilisan metal, tetapi juga ruang protes personal.
“Aku nggak nulis ini buat semua orang,” ujar Gabriëlle dalam siaran persnya. “Kalau orang nggak suka, ya nggak apa-apa. Tapi kalau mereka relate, kalau mereka ngerasa ini ngomongin sesuatu yang nyata, itu udah cukup.”

Pernyataan itu menunjukkan arah karya Gabriëlle sejak awal. Ia tidak mencoba menjadi musisi yang aman untuk semua orang. Sebaliknya, ia memilih membuat musik yang bisa berbicara kepada mereka yang merasakan kemarahan serupa.
Di balik prosesnya, Gabriëlle menulis seluruh materi “Animals” dengan nama lengkap Gabrielle Maryse Antoinette den Hertog. Sementara itu, Sambung Penumbra menangani produksi, rekaman, mixing, mastering, hingga engineering.
Artwork EP ini dikerjakan oleh Saniaryos. Dengan paket visual dan suara yang sama-sama gelap, “Animals” membangun identitas yang cukup solid untuk sebuah debut.
Rekomendasi artikel: Dee Lestari Rilis Album (Jangan) Jatuh Cinta, Ada Duet Afgan dan Hujan Bulan Juni
Bagi skena metal Indonesia, kehadiran Gabriëlle memberi warna baru. Ia datang bukan dengan formula yang manis, tetapi dengan suara yang menantang dan pesan yang tidak ingin diam.
“Animals” akhirnya menjadi lebih dari sekadar EP perdana. Rilisan ini memperkenalkan Gabriëlle sebagai nama muda yang berani masuk ke musik berat dengan sikap, konsep, dan amarah yang jelas.












