Arash Buana akhirnya kembali menyapa pendengar lewat single terbaru berjudul “April”. Setelah cukup lama tak muncul dengan rilisan baru, musisi muda ini membawa karya yang terasa personal, hangat, dan emosional.
Rekomendasi artikel: Yellowcard Rilis “Bedroom Posters” Versi Baru Bareng Blippi
Lagu ini mengajak pendengar masuk ke ruang yang tidak selalu mudah dibicarakan, yaitu kehilangan dan proses menerima kenyataan.
Lewat “April”, Arash tidak hanya menghadirkan lagu baru. Ia juga membuka cerita tentang duka yang pelan-pelan berubah menjadi penerimaan.
Nuansa tersebut membuat single ini terasa dekat, terutama bagi siapa pun yang pernah kehilangan seseorang dalam hidupnya.
Arash Buana Hadirkan Cerita Personal di “April”
Single “April” menjadi rilisan pertama Arash Buana tahun ini. Lagu ini melanjutkan perjalanan musikalnya yang semakin matang dalam mengolah pengalaman personal menjadi cerita yang mudah dirasakan banyak orang.
Berbeda dari lagu perpisahan biasa, “April” membawa tema kehilangan yang lebih dalam. Lagu ini tidak hanya bicara tentang hubungan yang berakhir, tetapi juga tentang seseorang yang pergi untuk selamanya.
Dari situ, Arash menyampaikan pesan sederhana namun kuat: menerima bukan berarti melupakan.
Arash Buana membalut lagu ini dengan warna alternative pop yang intim. Aransemen lagu terdengar hangat dan tidak berlebihan, sehingga emosi dalam lirik bisa terasa lebih utuh sejak awal.
Vokal Arash juga hadir dengan pendekatan yang jujur. Ia seperti sedang berbicara dengan diri sendiri, lalu mengajak pendengar ikut memahami rasa kehilangan secara perlahan.
Karena itu, “April” terasa bukan hanya sebagai lagu sedih, tetapi juga sebagai ruang untuk bernapas dan berdamai.
Arash Tulis dan Produksi Sendiri Lagu Ini
Menariknya, “April” juga menandai langkah baru dalam proses kreatif Arash Buana. Kali ini, ia menulis sekaligus memproduksi lagunya sendiri.
Keputusan tersebut sempat menghadirkan keraguan, tetapi justru membuka ruang eksplorasi baru dalam musiknya.
Dalam proses produksi, Arash juga bekerja sama dengan musisi asal Thailand, Suchakree atau Boss. Boss ikut mengisi bagian drum dan memberi warna tambahan dalam lagu ini.
Ide untuk menyelesaikan “April” kembali muncul setelah Arash pulang dari Thailand. Perjalanan itu mendorongnya untuk membuka lagi karya yang sudah lama ia simpan, lalu menyelesaikannya dengan sudut pandang yang lebih matang.
Secara emosional, “April” terasa semakin relevan bagi Arash. Ia melihat banyak orang di sekitarnya sedang menghadapi kehilangan. Dari pengalaman itu, ia menangkap bahwa proses menerima sering kali tidak berjalan cepat, tetapi tetap perlu dijalani.
Lagu ini kemudian hadir sebagai pengingat bahwa seseorang bisa belajar merelakan tanpa harus menghapus kenangan.
Pesan itu membuat “April” punya daya tarik yang kuat, terutama bagi pendengar yang sedang berada dalam fase pemulihan.
“April” Mulai Bisa Didengarkan 24 April
Penggemar sudah bisa mendengarkan “April” mulai 24 April. Single ini menjadi penanda kembalinya Arash Buana dengan karya yang lebih personal dan dewasa secara emosional.
Dengan lirik yang jujur, aransemen yang hangat, dan tema yang dekat dengan kehidupan banyak orang, “April” berpeluang menjadi salah satu lagu Arash Buana yang paling menyentuh.
Lagu ini tidak memaksa pendengar untuk cepat pulih, tetapi memberi ruang untuk menerima kehilangan dengan pelan, jujur, dan tenang.












