KONSERHARIINI.COM, BOGOR – Munhajat kembali membuka fase baru lewat single terbaru berjudul “YTTA”. Kolektif musik asal Bogor ini menyiapkan rilisan tersebut sebagai langkah awal menuju album penuh perdana mereka.
Sejak terbentuk sekitar 2020, Munhajat membangun warna musik yang mereka sebut dangdut swadaya. Mereka mengolah musik rakyat dengan cara yang dekat, jenaka, dan lugas.
Lewat pendekatan itu, Munhajat tidak sekadar memainkan dangdut sebagai gaya musik. Mereka memakai dangdut sebagai ruang bercerita tentang kehidupan sehari-hari.
Dalam “YTTA”, Munhajat kembali mengambil potongan cerita yang terasa dekat dengan banyak orang. Mereka membahas keresahan personal, momen canggung, sampai refleksi ringan yang sering muncul dalam hidup sehari-hari.
Karena itu, “YTTA” terasa punya jalur komunikasi yang mudah. Lagu ini tidak berusaha terdengar rumit, tetapi tetap membawa karakter yang jujur dan menghibur.
Secara musikal, Munhajat mencoba bergerak lebih jauh dari kebiasaan mereka sebelumnya. Danang, salah satu personel Munhajat, menyebut aransemen lagu ini sebagai eksplorasi yang cukup berbeda dari karya-karya lama mereka.

Munhajat Gandeng Kobra Musik
Selain membuka babak musikal baru, “YTTA” juga menandai kerja sama Munhajat dengan Kobra Musik. Kolaborasi ini berjalan dalam proses distribusi dan pengembangan karya.
Langkah tersebut memberi Munhajat ruang yang lebih besar untuk menjangkau pendengar baru. Di sisi lain, kerja sama ini juga memperkuat perjalanan mereka menuju album penuh perdana.
Munhajat membawa semangat kolektif sebagai fondasi utama. Mereka terus menjaga pendekatan yang membumi, tetapi tetap membuka ruang eksplorasi agar karya mereka berkembang.
Rekomendasi artikel: RoBoKop Rilis Lagu Benci Kangen Kamu, Single Hipdut tentang Cinta Benci Tapi Kangen
Dengan “YTTA”, Munhajat ingin menegaskan posisi mereka sebagai salah satu unit musik Bogor yang punya warna segar. Single ini menjadi pintu awal sebelum mereka memperkenalkan album penuh pertama kepada publik.
Rilisan ini juga memperlihatkan arah baru Munhajat sebagai kolektif. Mereka tetap berangkat dari cerita sederhana, tetapi kini membawanya ke wilayah musikal yang lebih luas.
Bagi pendengar yang mengikuti skena musik alternatif dan dangdut kontemporer, “YTTA” punya daya tarik yang kuat. Lagu ini menawarkan rasa lokal, energi kolektif, dan narasi harian yang mudah terasa dekat.












