Yacko kembali menghadirkan karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga membawa pesan kuat.
Bertepatan dengan Hari Kartini pada 21 April 2026, rapper perempuan Indonesia ini merilis video musik untuk single terbarunya, “Unbreakable Me”.
Dalam lagu ini, Yacko mengangkat lari sebagai simbol pemulihan. Ia tidak melihat lari hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai ruang untuk bernapas, memproses luka, dan menemukan kembali kekuatan diri.
“Unbreakable Me” Bicara tentang Luka, Pulih, dan Keberanian Perempuan
Lewat “Unbreakable Me”, Yacko mengajak perempuan untuk melihat proses pulih sebagai bentuk keberanian. Ia menunjukkan bahwa pemulihan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kadang, seseorang hanya perlu mulai dari satu langkah kecil, satu napas panjang, dan keputusan untuk terus bergerak.
Yacko menulis lagu ini dari refleksinya tentang beban ganda yang sering perempuan hadapi. Banyak perempuan harus menghadapi stigma, tuntutan sosial, stereotipe, dan ekspektasi yang melelahkan.
Selain itu, banyak perempuan juga menyimpan luka yang tidak selalu terlihat. Mereka bisa membawa trauma masa kecil, pengalaman pelecehan, kekerasan dalam hubungan, kecemasan, depresi, hingga rasa takut untuk kembali percaya pada diri sendiri.
Salah satu bagian paling kuat dalam lagu ini muncul lewat lirik berikut:
“Running running thats my therapy
Every mile sets my spirit free
Run through the chaos, I find my peace
They tried to break me, while I paint my masterpiece”
Melalui lirik tersebut, Yacko menegaskan bahwa lari dapat membantu seseorang memproses emosi. Setiap kilometer memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk melepas tekanan.
Bagi Yacko, lari bukan sekadar aktivitas menuju garis finis. Ia memaknai setiap langkah sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Setiap keringat yang jatuh menjadi tanda bahwa perempuan mampu bertahan, pulih, dan kembali berdiri.

Video musik “Unbreakable Me” juga membawa pesan visual yang kuat. Yacko menggandeng 18 perempuan pelari dengan latar belakang berbeda untuk terlibat dalam video musik ini.
Mereka membawa cerita masing-masing, tetapi mereka bertemu dalam satu makna yang sama. Bagi mereka, lari bukan hanya olahraga, melainkan bentuk meditasi dalam gerak.
Rekomendasi artikel: 2 Tahun Vakum, The Candle Light Children Comeback Lewat Lagu Mangoes
Dalam video tersebut, aksi melepas plester hijau menjadi simbol keberanian. Simbol ini menggambarkan keputusan untuk berhenti diam, berhenti bersembunyi, dan mulai bangkit.
Pesan itu semakin terasa kuat lewat kalimat:
“No more silence, no more hiding. We are rising, we are fighting.”
Yacko Bawa Misi Kesehatan Mental Perempuan ke Sydney Marathon
Yacko tidak berhenti pada lagu dan video musik. Ia juga membawa pesan “Unbreakable Me” ke kampanye larinya di Sydney Marathon pada 30 Agustus 2026.
Melalui kampanye ini, Yacko berlari sambil menggalang dana untuk kesehatan mental perempuan.
Ia akan menyalurkan donasi yang terkumpul kepada Women’s Mental Health Foundation.
Organisasi tersebut mendukung penelitian, edukasi, dan program pemulihan agar perempuan bisa mendapatkan akses kesehatan mental yang lebih baik.
Dengan cara ini, Yacko mengubah musik menjadi gerakan nyata.












