KONSERHARIINI.COM – SOUNDMATE akhirnya masuk ke radar musik Indonesia dengan vibe yang hangat, groovy, dan gampang nyantol.
Band asal skena panggung café, bar, club, sampai social event ini meluncurkan single pertamanya bertajuk “Manusia Favoritku” pada Mei 2026.
Lewat lagu ini, SOUNDMATE membawa cerita sederhana tapi dekat banget: seseorang yang selalu jadi alasan untuk pulang.
Tema itu terasa relate, apalagi buat pendengar yang punya satu sosok spesial, entah pasangan, sahabat, keluarga, atau siapa pun yang bikin hidup terasa lebih aman.
Secara musikal, Manusia Favoritku membawa warna city pop vibes dengan sentuhan pop, RnB, disco, dan groove yang ringan. Lagu ini tidak mencoba tampil terlalu ribet.
SOUNDMATE justru memilih formula yang terasa jujur: vokal hangat, musik yang enak buat gerak pelan, dan suasana yang cocok masuk playlist sore sampai malam.
SOUNDMATE Buka Era Baru Lewat Manusia Favoritku
Sebagai single pertama, Manusia Favoritku punya posisi penting dalam perjalanan SOUNDMATE.
Lagu ini menjadi pintu masuk untuk mengenalkan karakter band kepada pendengar yang lebih luas.
SOUNDMATE tidak datang sebagai band yang benar-benar kosong pengalaman. Mereka sudah mengisi banyak panggung café, bar, club, dan social event di Bandung serta Jakarta. Dari panggung-panggung itu, mereka membangun energi live yang positif dan dekat dengan audiens.
Formasi delapan personel membuat warna SOUNDMATE terasa penuh. Nadine, Agi, dan Ajeng mengisi lini vokal. Nadie memegang drum, Alex memainkan gitar, Yudha membawa saxophone, Ipang mengisi bass, dan Yazid memperkuat keyboard.
Kombinasi tiga vokal dengan instrument player yang solid membuat lagu ini punya rasa ramai, tapi tetap rapi.
Proses kreatif Manusia Favoritku juga berlangsung cukup singkat. SOUNDMATE menggarap lagu ini dalam waktu sekitar dua bulan. Meski prosesnya cepat, mereka tetap membawa emosi mentah dan rasa personal ke dalam lagu.
City Pop, Groove, dan Rasa Pulang yang Hangat
Yang bikin Manusia Favoritku menarik adalah cara SOUNDMATE membungkus tema “pulang” dengan musik yang cerah. Lagu ini tidak terdengar terlalu mellow, tapi tetap punya rasa emosional yang kuat.
City pop dalam lagu ini memberi nuansa retro-modern yang cocok buat pendengar Gen Z. Beat-nya terasa santai, groove-nya mengalir, dan warna vokalnya membuat lagu ini mudah masuk ke telinga.

Bukan tipe lagu yang maksa viral, tapi punya potensi jadi anthem kecil buat orang-orang yang punya “rumah” dalam bentuk manusia.
Secara lirik, SOUNDMATE mengangkat ide bahwa setiap orang punya seseorang yang membuat hidup terasa lebih tenang. Ide ini simpel, tapi justru di situ letak kekuatannya.
Banyak lagu cinta mencoba terdengar besar dan dramatis. Namun, Manusia Favoritku memilih jalur yang lebih dekat dengan keseharian.
Lagu ini cocok buat momen pulang kerja, pulang kuliah, jalan malam, atau sekadar rebahan sambil mikirin orang yang bikin hari berat terasa lebih ringan.
Vibenya bukan galau total, tapi lebih ke hangat, senyum tipis, dan sedikit “iya juga ya, gue punya orang kayak gitu.”
Awal Perjalanan Baru SOUNDMATE
Manusia Favoritku menjadi langkah pembuka untuk perjalanan musik SOUNDMATE berikutnya.
Band ini tampak ingin menunjukkan bahwa mereka tidak hanya kuat di panggung live, tetapi juga punya materi orisinal yang bisa hidup di platform digital.
Single ini juga memberi gambaran awal tentang identitas SOUNDMATE: fun, groovy, hangat, dan penuh energi positif.
Rekomendasi artikel: Album Terbaru Idgitaf Berusaha di Bawah Hujan: Hindia Hingga Dere Ikut Terlibat
Mereka tidak menjual kesedihan yang berat. Mereka menawarkan musik yang bisa menemani orang merasa dekat dengan manusia favoritnya masing-masing.
Di balik lagu ini, Agi Ginandjar menulis materi utamanya. Langen Paran Dumadi menangani produksi, aransemen, dan komposisi. Yudha Rahadyan serta Yazid Alifahmi ikut memperkuat sisi komposisi.
Yeru Hendra Mahmeru menggarap mixing dan mastering, sementara proses rekaman berlangsung di Dibi Studio dan Lakipadada.
Dengan paket musikal yang cerah dan tema yang mudah relate, SOUNDMATE Manusia Favoritku punya modal kuat untuk mencuri perhatian pendengar baru.
Lagu ini tidak datang dengan gimmick berlebihan. SOUNDMATE cukup membawa rasa pulang, groove city pop, dan energi band yang terasa tulus.
Pada akhirnya, Manusia Favoritku terasa seperti lagu kecil untuk orang yang punya tempat pulang dalam diri seseorang. Ringan, hangat, dan cukup manis untuk masuk playlist harian. Kalau SOUNDMATE ingin membuka era baru, single ini jadi pembuka yang solid banget.












