Thee Marloes kembali membawa cerita yang dekat dengan hidup banyak orang lewat single terbaru mereka, “6 Years”.
Lagu ini datang bersama video musik baru dan menjadi salah satu jalan pembuka menuju album Di Hotel Malibu, yang Big Crown Records siapkan untuk meluncur pada 22 Mei 2026.
“6 Years” tidak datang sebagai lagu motivasi yang sok paling tahu hidup orang. Lagu ini justru terasa seperti isi kepala seseorang yang sudah lama kerja stabil, punya rutinitas aman, tapi diam-diam ingin banting setir mengejar mimpi. Rasanya dekat, agak nyesek, tapi tetap punya groove yang bikin kepala ikut goyang.
Dilema Kerja Stabil yang Terlalu Nyaman
Natassya Sianturi membawa pengalaman personalnya ke dalam “6 Years”. Ia menulis tentang fase berat saat harus memilih antara pekerjaan harian yang stabil dan karier penuh waktu di musik. Pilihan itu tidak pernah sederhana. Ada uang, keluarga, rasa aman, dan ketakutan yang ikut masuk ke dalam percakapan batin.
Thee Marloes menangkap konflik itu dengan cara yang jujur. Mereka tidak menggambarkan mimpi sebagai sesuatu yang selalu indah. Mereka justru menunjukkan sisi yang lebih nyata: mengejar mimpi bisa bikin gelisah, apalagi ketika hidup yang lama sebenarnya tidak buruk-buruk amat.
Di situlah lagu ini punya daya tarik. Banyak orang tidak takut gagal karena mereka tidak punya apa-apa. Banyak orang justru takut bergerak karena mereka sudah punya sesuatu yang nyaman. “6 Years” menaruh rasa itu di tengah lagu, lalu membungkusnya dengan sound yang tetap hangat dan catchy.
Groove Manis, Cerita Pahit, Paket Lengkap
Secara musik, Thee Marloes masih membawa karakter yang membuat mereka mudah dikenali.
Ada soul-pop yang hangat, nuansa vintage, dan produksi yang rapi tanpa terasa terlalu steril.
Sinatrya Dharaka mengolah lagu ini dengan sentuhan yang mengingatkan pada Timmy Thomas dan Timbaland, lalu meleburkannya ke warna khas Thee Marloes.
Hasilnya, “6 Years” punya dua lapisan. Di permukaan, lagu ini terdengar enak untuk masuk playlist harian. Namun, begitu pendengar masuk ke lirik dan ceritanya, lagu ini mulai terasa seperti curhat yang terlalu familier.

Video musiknya juga memberi ruang visual yang pas untuk lagu ini. Thee Marloes tetap menjaga estetika retro, stylish, dan sedikit dreamy.
Mereka tidak perlu membuat visual yang terlalu ramai karena inti lagunya sudah kuat: seseorang sedang mempertanyakan hidupnya sendiri, tapi tetap mencoba berjalan.
“Di Hotel Malibu” dan Langkah yang Makin Jauh
“6 Years” masuk ke album Di Hotel Malibu, yang berisi 14 lagu. Album ini mencakup beberapa nomor seperti “Under the Silver Moon”, “Harap Dan Ragu”, “Through the Changes”, “Di Hotel Malibu”, “I’m Just a Girl”, “Selatan”, “Boru”, dan “Rahasia”.
Rekomendasi artikel: Lindee Cremona Rilis Bukan Akhir Cerita, Lagu Perpisahan Sekolah yang Bikin Susah Move On
Dari daftar lagu itu, Thee Marloes tampak ingin membawa pendengar ke perjalanan yang lebih luas. Mereka tidak hanya bicara soal cinta, tetapi juga perubahan, keraguan, identitas, dan momen ketika seseorang mulai menegosiasikan ulang hidupnya sendiri.
Perjalanan panggung mereka juga makin padat. Thee Marloes punya jadwal tampil di Mojokerto, Jakarta, Bali, Incheon, Los Angeles, San Diego, San Francisco, Chicago, Toronto, Brooklyn, Montreal, Jepang, hingga festival besar seperti Soundrenaline dan Pestapora.
Dengan “6 Years”, Thee Marloes tidak sekadar melepas single baru. Mereka mengirim cerita tentang keberanian yang tidak selalu heroik.
Kadang, keberanian hanya berbentuk keputusan kecil untuk berhenti menunda hidup sendiri. Dan lewat lagu ini, mereka membuat rasa ragu itu terdengar manis, groovy, dan sangat manusiawi.












