Jakarta – Pernah merasa hidup cuma muter di adegan yang sama? Bangun, kerja, macet, nongkrong sebentar, pulang, lalu besok mengulang semuanya lagi.
Kalau iya, debut single The Klikis berjudul “Figuran Kota” mungkin bakal terasa terlalu dekat.
Band independen asal Jakarta ini merilis “Figuran Kota” pada 24 April 2026. Lewat lagu ini, The Klikis membawa keresahan urban yang dekat dengan banyak orang: rutinitas yang repetitif, kota yang terus bergerak, dan manusia yang kadang merasa hanya menjadi pemeran kecil dalam hidupnya sendiri.
Dari Jamming Kantor ke Lagu Sendiri
The Klikis memulai perjalanan mereka dari sesi jamming antar teman kantor. Awalnya, mereka hanya mencari pelarian dari rutinitas.
Namun, pertemuan itu perlahan berubah menjadi ruang untuk berbagi keresahan dan selera musik yang sama.

Lima personel kemudian menguatkan formasi band ini. Jemmi mengisi vokal, Wahyu dan Ijal memainkan gitar, Jeremy memegang bass, dan Hari menjaga ritme lewat drum. Setelah cukup lama membawakan lagu orang lain, mereka memilih untuk menulis cerita sendiri.
Dari Simatupang ke Kemang, dari ruang kerja ke kedai kopi, The Klikis memotret kehidupan kota dengan cara yang ringan, tetapi tetap terasa tajam.
“Figuran Kota” Bicara Tentang Lelah yang Sering Disembunyikan
“Figuran Kota” berangkat dari sebuah esai sastra yang salah satu personel tulis.
Esai itu kemudian berkembang menjadi lagu tentang kota, rutinitas, dan rasa lelah yang sering tidak orang bicarakan.
The Klikis tidak memaksa pendengar menangkap satu makna tunggal.
Pendengar bisa membaca lagu ini sebagai kritik sosial, refleksi personal, atau soundtrack kecil untuk hari-hari yang terasa berjalan otomatis.
Lagu ini menggambarkan kota seperti panggung yang terus memainkan skrip lama.
Orang-orang bergerak, adegan berulang, dan banyak orang tetap berjalan meski tidak selalu merasa menjadi tokoh utama.
Debut yang Mentah, Jujur, dan Layak Masuk Playlist Kamu
Seluruh personel The Klikis memproduksi “Figuran Kota” secara kolektif.
Mereka tidak mengejar formula yang terlalu rapi. Sebaliknya, mereka menjaga energi mentah yang membuat lagu ini terdengar jujur.
Rekomendasi artikel: Bungareyza Bikin Kejutan, Kini Jadi Mingse dan Rilis Lagu Hipdut Astaga Bercanda
Hasilnya, “Figuran Kota” terasa seperti obrolan malam setelah hari yang panjang. Lagunya tidak berlebihan, tetapi punya sudut pandang.
The Klikis berhasil menghadirkan debut yang sederhana, dekat, dan mudah menempel di kepala.
Di tengah derasnya rilisan musik baru, The Klikis datang dengan lagu yang tidak hanya mengajak orang mendengar, tetapi juga merasa. “Figuran Kota” cocok untuk siapa saja yang pernah merasa kecil di tengah kota besar.
Pendengar sudah bisa menikmati “Figuran Kota” di berbagai platform streaming digital, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Fans juga bisa mengikuti The Klikis melalui Instagram, Threads, dan TikTok di @theklikis.












