Konser Hari Ini, 31 Oktober 2025 — Musisi solo Yaqin kembali memberikan kejutan manis kepada penggemarnya dengan merilis single ketiganya, “Pawang”. Setelah sebelumnya mengeksplorasi genre folk melalui dua single, “Cita” dan “Parasit”, Yaqin kini tampil berbeda dengan memasukkan unsur retro-pop 80-an ke dalam karya terbarunya. Yaqin bekerja sama dengan produser Decky Anugrah, yang memberikan sentuhan retro-pop pada lagu ini.
Rekomendasi artikel: Prinsa Mandagie Rilis Lagu “Kembali ke Aku”, Seruan untuk Menghargai Diri Sendiri
Perjalanan Kreatif di Balik Lagu “Pawang”
Awalnya, Yaqin menulis “Pawang” dengan nuansa folk. Namun, setelah berdiskusi panjang dengan Decky, Yaqin memutuskan untuk mengubah aransemen dan membawa lagu ini ke dalam genre retro-pop yang lebih segar. “Musik ini awalnya datang dari isengnya mas Decky yang ingin mencoba proyek retro-pop dengan nuansa 80-an. Setelah selesai, saya sempat ragu apakah pesan yang ingin saya sampaikan bisa sampai. Tapi, setelah mendengarkan banyak referensi, saya melakukan penyesuaian dan akhirnya lagu ini jadi seperti sekarang,” ungkap Yaqin.
Lagu ini menceritakan kegigihan seorang pria yang berjuang mempertahankan cintanya, meskipun banyak rintangan menghadang. Yaqin terinspirasi dari berita perceraian selebriti dan kisah-kisah sekitarnya yang membuatnya berpikir tentang sisi lain dari permasalahan percintaan. “Lagu ini saya tulis dari sudut pandang laki-laki yang tidak ingin ditinggalkan, meskipun banyak badai yang datang. Lagu ini menggambarkan seorang pria yang berusaha mempertahankan cintanya meskipun ada tangis dan keras kepala,” jelas Yaqin.
Aransemen Retro-Pop yang Menyentuh
Meskipun tema lagu ini melankolis, aransemen retro-pop justru memberikan nuansa santai yang mudah dicerna. Yaqin memadukan genre retro-pop dengan tema cinta yang gigih untuk menghasilkan lagu yang terasa segar dan berbeda di industri musik Indonesia.
Proses produksi “Pawang” juga menghadapi tantangan. Yaqin dan produser Decky bekerja dari tempat yang berbeda, tetapi Yaqin berkolaborasi dengan Willyam Stevano untuk merekam vokal di Jakarta. “Proses pembuatan lagu ini cukup menantang, terutama dalam hal jarak, tetapi kami berhasil mengatasi kendala tersebut,” kata Yaqin.
Rencana Album dan Single Mendatang
Pawang dirilis pada 24 Oktober 2025 sebagai bagian dari proyek album “Kebiasaan” yang sedang Yaqin kerjakan. Dalam album ini, Yaqin berencana menampilkan berbagai eksperimen musikal dengan mencampurkan berbagai genre. Namun, ia menjanjikan bahwa album ini tetap akan dekat dengan genre folk, jazz, dan retro-pop.
Yaqin juga mempersiapkan 3-4 single baru untuk melengkapi album ini. “Di album ini, saya ingin menunjukkan variasi genre yang bisa saya tampilkan sebagai musisi, dan saya berharap para pendengar bisa menemukan selera mereka dalam karya-karya ini,” ujar Yaqin.
Single “Pawang” kini sudah tersedia di berbagai layanan streaming digital. Yaqin berharap media sosial dan kanal publikasi dapat membantu memperkenalkan lagu ini kepada lebih banyak orang yang sedang berjuang mempertahankan hubungan mereka.












