Jayapura, 1 Oktober 2025 – Suara Tana Timur, sebuah festival yang merayakan musik dan budaya dari Indonesia Timur, sukses digelar di Lapangan Aspal PTC Jayapura pada Sabtu (27/9) malam. Ribuan anak muda memadati venue untuk merayakan energi musik dan identitas budaya lokal. Acara ini membuktikan bahwa anak muda dari Timur Indonesia memiliki ruang besar untuk berekspresi, tidak hanya dalam musik tetapi juga dalam seni visual dan komunitas kreatif.
Rekomendasi artikel: Sabaton Merilis Single Kolaborasi Bersama Nothing More, “Crossing The Rubicon”
Festival ini menjadi panggung bagi musisi-musisi asli Papua dan Indonesia Timur yang tengah naik daun. Sejak sore hari, pengunjung sudah memenuhi area festival, menciptakan atmosfer hangat di setiap sudut venue. Shine of Black membuka panggung dengan lagu “Jang Ganggu”, diikuti dengan sorak sorai penuh semangat dari para penggemar yang ikut bernyanyi bersama.
Kolaborasi Musik dan Seni Visual di Suara Tana Timur
Festival Suara Tana Timur menghadirkan deretan musisi berbakat yang memperkenalkan karya-karya musik Timur dengan berbagai genre. Epo D’Fenomeno tampil dengan hip-hop Papua yang dipadukan dengan reggae, sementara Dave Baransano memukau penonton dengan alunan roots-reggae/dub yang membumi. Tidak ketinggalan, Anadok menghentak panggung dengan lirik ekspresif dalam genre hip-hop.
Puncak acara dimeriahkan oleh Andmesh Kamaleng, yang membawakan balada emosional hingga seluruh penonton bernyanyi bersama. “Malam ini luar biasa. Ini adalah Suara Tana Timur, mari kita ikut bersuara dan bernyanyi bersama,” kata Andmesh. Penampilan ditutup dengan One Scoot yang membawakan riuh reggae/Melanesian pop modern, semakin menguatkan tema kebangkitan musik Timur.
Selain musik, festival ini juga menampilkan karya visual yang memukau. Linggues, seorang mural artist asal Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, menghidupkan suasana dengan mural-mural berwarna cerah. Karya-karya Linggues terinspirasi dari tradisi topeng dan simbol budaya Papua, memberikan ruang bagi seni rupa untuk bersanding dengan musik di panggung besar. Mural yang penuh warna ini mencerminkan keindahan budaya lokal yang kaya akan arti dan makna.
Komunitas dan Talenta Muda di Mamayo Club
Tidak hanya di panggung utama, Suara Tana Timur juga menyajikan energi kreatif di area Mamayo Club at Zonation, tempat di mana komunitas dan talenta muda Jayapura menunjukkan aksinya. Dari DJ set hingga dance dan rap battle, area ini menjadi tempat bagi para pemuda untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Festival ini memberikan ruang kebersamaan, tempat di mana budaya, komunitas, dan musik berpadu. Dengan latar pesisir yang ikonik, Suara Tana Timur membuktikan bahwa musik dan budaya dari Indonesia Timur kini tidak hanya milik komunitas terbatas, tetapi telah menjadi bagian penting dari wajah musik Indonesia.
Membawa Suara Timur ke Seluruh Indonesia
Andri Verraning Ayu, CEO Antara Suara, menyampaikan kebanggaannya atas suksesnya gelaran festival ini. “Suara Tana Timur adalah panggung kebanggaan bagi anak-anak Timur. Malam ini, Jayapura bukan hanya menonton konser, tetapi juga menulis pesan kuat bahwa musisi dan penggemar Papua pantas mendapat sorotan lebih besar,” ujarnya.












