Konserhariini.com, Pasuruan – Unit indie pop asal Pasuruan, sweeter, resmi merilis debut mini album (EP) bertajuk sweeter pada 26 September 2025. Proyek musik ini diprakarsai oleh Awan (vokal, gitar) dari Gutswell dan Revaldi (vokal, gitar) dari Trilogic. Nama band terinspirasi dari kebiasaan Awan yang mengurangi konsumsi gula, namun tetap ingin menghadirkan hal-hal manis melalui musik.
Rekomendasi artikel: Tiara Andini Siap Rilis Album Edelweiss, Sajikan Kejutan untuk Penggemar
Terinspirasi dari Weezer, Tony Molina, The Adams, hingga band pop Indonesia era akhir 90-an, sweeter menghadirkan musik dengan melodi sederhana, lirik jujur, dan energi hangat yang dekat dengan keseharian. Kehadiran debut ini menandai langkah awal yang cukup penting dalam perjalanan mereka sebagai band independen.
Tentang Band sweeter
sweeter adalah band pop asal Pasuruan yang lahir secara tidak sengaja pada Oktober 2024. Ide ini muncul dari obrolan Awan dan Revaldi sepulang menonton konser musik. Keduanya kemudian merekam lagu pertama berjudul “Hantu” di rumah Revaldi, yang menjadi titik awal terbentuknya proyek ini.
Formasi band semakin solid dengan bergabungnya Wahyu (bass, vokal) yang juga berperan sebagai sound engineer, serta Maulid (drum) dari Gutswell. Dengan karakter musik yang melankolis, bertenaga, dan hangat, sweeter berkomitmen untuk terus menghadirkan karya yang jujur, sederhana, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Empat Lagu yang Cerminkan Keseharian
Mini album sweeter berisi empat lagu dengan tema yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. “Ge Er” mengisahkan tentang jatuh hati karena merasa diperlakukan istimewa, padahal hanya prasangka belaka. Sementara itu, “Hantu” lahir dari penyesalan saat gagal menyapa seseorang di tengah festival, hingga sosok itu hilang seperti bayangan.
Lagu “Cerah” menjadi dedikasi penuh syukur untuk sahabat yang selalu hadir memberi dukungan dalam berbagai situasi. Penutupnya, “Ironi”, menyajikan refleksi tentang kebahagiaan dan masalah yang datang tanpa diduga. Semua kisah ini diramu dengan aransemen pop yang hangat, jujur, dan mengalir apa adanya.
Proses kreatif EP dimulai dari rekaman lagu “Hantu” pada November 2024 di rumah Revaldi, kemudian berkembang hingga Maret 2025. Revaldi turut menggarap mixing, sementara proses mastering ditangani Wahyu Kurniawan dan selesai pada Juni 2025. Menariknya, band ini juga menggandeng vokalis Inidia mk.II, Baka-riz, sebagai vokal tamu di lagu “Ironi”.
Sisi visual album juga mendapat perhatian khusus. Sampul album dikerjakan oleh Yusi Yuansa, sedangkan dokumentasi foto band ditangani oleh Muhammad Fikri Haikal. Perpaduan musik dan visual ini menjadikan rilisan sweeter sebagai karya lengkap, baik secara audio maupun estetika.
Tidak berhenti di EP, band ini juga berencana merekam ulang beberapa lagu milik band kolega mereka, Inidia, dan merilisnya sebagai album cover version. “Setelah rilis, kami ingin meramu ulang album Inidia dengan versi sweeter. Istilahnya, sweeter yang cover Inidia,” ungkap Awan.
Dengan kehadiran mini album debut ini, sweeter menunjukkan komitmen untuk terus berkarya dan membawa warna baru bagi skena indie pop Indonesia.












