KONSERHARIINI.COM – Tulus kembali masuk ke radar pendengar lewat single baru berjudul “Teh Hijau”. Lagu ini hadir di seluruh platform streaming musik digital mulai 30 Juni 2026.
Tulus membawa warna yang cukup kontras dalam lagu ini. Musiknya terdengar riang, tetapi liriknya justru mengajak pendengar menatap rasa hampa dengan lebih pelan.
Dalam keterangannya, Tulus menyebut lagu ini berbicara tentang rasa kosong yang tidak harus cepat-cepat hilang. Ia menerima rasa itu sebagai bagian dari perjalanan hidup.
“Teh Hijau” Bicara soal Hampa Tanpa Drama Berlebihan
Secara nuansa, “Teh Hijau” tidak berjalan seperti lagu sedih yang meledak-ledak. Lagu ini terasa lebih seperti catatan kecil saat seseorang sedang kehilangan akses menuju rasa senang.

Liriknya memotret fase hidup yang cukup akrab bagi banyak orang. Ada saran untuk keluar ke alam, mencari hal baru, membaca buku, hingga menggerakkan tubuh.
Namun, lagu ini tidak menjual solusi instan. TULUS justru menaruh ruang bagi pendengar untuk menerima kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Di bagian produksi, Tulus menulis lirik dan melodi lagu ini sendiri. Yoseph Sitompul mengisi posisi produser sekaligus penata aransemen musik, sementara Tulus ikut terlibat sebagai co-producer.
Aransemen “Teh Hijau” memadukan piano, kibor, synth, drum akustik, bas, gitar elektrik, dan horn section. Hasilnya, lagu ini tetap terasa hidup meski membawa tema yang muram.
Materi visualnya juga menjaga kesan minimalis. Sampul lagu menampilkan siluet Tulus dengan latar hijau, selaras dengan judul dan suasana kontemplatif lagu.
Melalui “Teh Hijau”, Tulus tidak memaksa pendengar untuk segera baik-baik saja. Ia menawarkan cara pandang yang lebih tenang: beberapa fase hidup memang perlu diterima sebelum akhirnya bisa dilepaskan.
Rekomendasi artikel: Remember Fest 2026 X Visiting Jakarta, Siap Jadi Festival Musik Paling Ditunggu di Jakarta
Lirik Lagu Tulus – Teh Hijau
Hari-hari berulang
Misteri lenyap senang
Ada saran kudengar
Lebih sering keluar ke alam
Saran lain kudengar
Cari hal asing yang menantang
Keluar dari benteng
Dari tempatmu yang sekarang
Ada yang hilang dariku belakangan
Sedang tak mudah bertemu rasa senang
Sedang kucari yang jadi pencetusnya
Mungkin hilangnya atau siklus hidupku
Mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati tuk apa pun siapa pun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati tuk apa pun siapa pun
Tambah gerak tubuhmu
Baca buku yang baru
Ragam saran brilian
Yang belum kunjung jadi penawar
Untuk yang hilang dariku belakangan
Sedang kucoba memahami alurnya
Semoga segera kutemukan jawaban
Tapi kini kurayakan hampa ini
Mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati tuk apa pun siapa pun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati tuk apa pun siapa pun
Kulihat mana di kendaliku
Teh hijau ini yang di tanganku
Di tengah seram sedih yang menghantamku
Lepaslah lepas kemurunganku
Hijau kembali jiwa gersangku
Ambillah sayang sebanyak waktu yang kau perlu
Tanpa itu
Tanpanya
Apa pun yang mungkin hilang itu
Mungkin ini siklusnya
Sudah garis jalannya
Esok
Esok akan lebih elok












