KONSERHARIINI.COM – From Ashes to New balik lagi dengan amunisi penuh lewat album terbaru mereka, “Reflections”, yang resmi dirilis melalui Better Noise Music.
Band rock asal Lancaster, Pennsylvania ini datang bukan buat sekadar setor rilisan, tapi membawa album yang terasa lebih emosional, lebih berat, dan lebih berani secara musikal. Manusia memang suka bikin patah hati jadi karya seni, dan kali ini hasilnya lumayan brutal.
Album “Reflections” hadir sebagai lanjutan dari momentum besar “Blackout” yang sebelumnya sukses nangkring di posisi #1 berbagai chart rock dan metal global.
Alih-alih cuma mengulang formula lama, From Ashes to New memilih masuk ke ruang yang lebih gelap, lebih raw, dan terasa seperti fase hidup ketika seseorang pengin sembuh, tapi realita tetap narik kerah baju dari belakang.
“Forever” Jadi Single Baru yang Emosinya Nempel
Bersamaan dengan perilisan album, From Ashes to New juga melepas video musik untuk single terbaru mereka, “Forever”.
Lagu ini punya verse yang lebih kontemplatif, lalu meledak di chorus dan breakdown khas band ini. Jadi, bukan tipe lagu yang cuma lewat di playlist, tapi yang tiba-tiba bikin seseorang bengong menatap plafon jam dua pagi.
Vokalis Matt Brandyberry menyebut “Forever” sebagai lagu yang selesai paling akhir dalam proses album. Menurutnya, lagu ini seperti menunggu semua elemen berada di tempat yang tepat sebelum akhirnya benar-benar jadi. Secara rasa, “Forever” membawa nuansa final, seperti berdiri di tengah sisa-sisa sesuatu yang sudah tidak bisa diperbaiki.
Lagu ini juga bicara soal penyesalan yang susah pergi. Bukan penyesalan tipis-tipis seperti salah beli tiket konser, tapi penyesalan yang terus muter di kepala dan bikin seseorang merasa stuck.
Dari sisi musikal, “Forever” memperlihatkan bagaimana From Ashes to New masih mempertahankan energi eksplosif mereka, tapi dengan sisi emosional yang lebih matang.
“Reflections” Mengangkat Rasa Terjebak di Purgatory
Secara konsep, “Reflections” bukan album tematik penuh yang semuanya harus dibedah pakai papan teori, spidol warna-warni, dan wajah serius.
Namun, album ini tetap punya benang merah emosional yang kuat. From Ashes to New menggambarkan album ini seperti kondisi purgatory, yaitu ruang antara harapan untuk jadi lebih baik dan tarikan masa lalu yang belum selesai.

Nuansa itu terasa dari cara band ini menyusun materi album. Mereka bahkan sempat membuang sebagian besar demo awal, hanya menyisakan dua lagu dari total 16 demo yang sudah dikerjakan.
Keputusan itu jadi titik balik penting, karena akhirnya membuka ruang untuk eksplorasi yang lebih bebas tanpa kehilangan identitas utama mereka.
Band ini juga menegaskan bahwa album ini bukan tentang siapa mereka dulu, melainkan ke mana mereka akan bergerak setelah ini.
Kalimat yang terdengar simpel, tapi cukup valid untuk menggambarkan band yang sedang menolak nyaman di zona aman. Karena ya, stagnan itu horor, bahkan untuk band rock.
Tracklist “Reflections” dan Energi Baru From Ashes to New
Album “Reflections” berisi 12 lagu yang memperlihatkan sisi baru From Ashes to New tanpa menghapus karakter keras, emosional, dan sinematik yang sudah melekat pada mereka. Salah satu single yang ikut memperkuat album ini adalah “Drag Me”, yang berhasil menembus Top 10 Billboard Mainstream Rock.
Rekomendasi artikel: Konser The Weeknd Jakarta: Jadwal War, Harga Tiket dan Lokasi
Berikut tracklist album “Reflections”:
- Drag Me
- Forever
- Villain
- Die for You
- Black Hearts
- Upside Down
- (Not) Psycho
- Parasite
- New Disease
- Darkside
- Falling from Heaven
- Your Ghost
Lewat “Reflections”, From Ashes to New terasa sedang membuka babak baru. Bukan dengan gimmick berlebihan, bukan juga dengan drama yang dibuat-buat, tapi lewat musik yang lebih jujur dan lebih berani.
Album ini cocok buat pendengar yang suka rock modern dengan emosi tebal, breakdown tajam, dan lirik yang rasanya seperti ngobrol dengan sisi paling kacau dari diri sendiri.












