Konserhariini.com, Jakarta – Musisi independen AMIS kembali mencuri perhatian publik dengan single terbarunya berjudul “Filsafat Cinta”. Ini adalah sebuah karya eksperimental yang menyajikan kritik tajam terhadap cara generasi modern memaknai cinta. Lagu ini menggabungkan nuansa spoken word dan ambient minimalis. Lagu ini juga menghadirkan lirik penuh satire yang menyinggung persoalan cinta, moralitas, hingga komodifikasi perasaan.
Rekomendasi artikel: Puff Punch Ajak Nostalgia Masa Muda yang Berantakan Lewat Single “Varda”
Satire Lirik dan Sentuhan Filosofi
Dalam “Filsafat Cinta”, AMIS menyoroti tafsir cinta melalui berbagai perspektif. Ini mencakup dogma, logika, budaya pop, hingga spiritualitas setengah matang. Ia bahkan merujuk pada pemikiran filsuf besar seperti Sokrates, Simone de Beauvoir, hingga Aristoteles. Tujuannya adalah mengajak pendengar mempertanyakan konstruksi sosial tentang cinta dan kebebasan.
“Kadang kita mengira sedang mencintai, padahal cuma sedang ikut sistem,” ujar AMIS. Lewat penggalan lirik tersebut, ia dengan lugas menyentil isu-isu sensitif mulai dari poligami, moralitas, hingga relasi transaksional tanpa tedeng aling-aling.
Fokus pada Lirik, Minim Aransemen
Dengan aransemen yang sengaja dibuat sederhana, AMIS ingin pendengar fokus pada makna setiap kata. “Filsafat Cinta” merupakan rilisan kedua dari proyek album baru yang tengah ia siapkan. Lagu ini juga melanjutkan tradisi AMIS dalam mengangkat isu eksistensial, spiritual, dan sosial lewat musik.
Tentang AMIS
AMIS dikenal sebagai penulis lagu dan seniman suara dengan gaya lirik yang jujur, tajam, absurd namun membumi. Ia telah merilis berbagai karya seperti SURGA DITELAPAK KAKI BAPA (EP, 2021), Filosofi Males (Album, 2024), hingga single satir Darurat Judi (2023) dan Local Wisdumb (2025). “Filsafat Cinta” kini tersedia di seluruh platform musik digital.
Follow AMIS:
Instagram : @aldyamis | TikTok : @tiktoknya_amis | All DSP : AMIS | YouTube : AMIS












